Sabtu, 14 November 2020

KELENGKAPAN PERKULIAHAN



Semester      : 3 (2020/2021)

Jurusan        : Teknik Informatika

Mata Kuliah : C31040319 – Keamanan Sistem Komputer

Dosen          : Desi Rose Hertina, S.T., M.Kom

NIM            : 201931111

Nama          : Firyal Fahira S Agam

Asal Daerah : Bulukumba, Sulawesi Selatan

 

Materi

Kelengkapan

I   

( Perkenalan Awal )

II   

( Penjelasan tentang Keamanan Sistem Komputer )

III

( Penjelasan lanjut dan level keamanan dari sistem computer )

IV

 ( Website )

V

( Malware )

VI

( Kriptografi )

VII

( Steganografi )

 

 

LINK BLOG TEMAN

1.       201831013           AGIL BINTORO SANDY https://agilbsandy.wordpress.com

2.       201831024           HUSNUZAN HIDAYAT PRATAMA ABBAS https://tamamasbro.wixsite.com/home

3.       201831034           ALASAN FOWORENZES SINAGA https://alasanfsinaga.blogspot.com/2020/11/tugas-8-novemeber-2020-matakuliah.html

4.       201831043           DHANI OKTAVIAN ELFARABY https://dhanioktavianelfaraby.blogspot.com

5.       201831054           SULKIFLI https://zlkfli07.blogspot.com/?m=1

6.       201831055           ANNISA NURUL FAHIRA https://keamanansistemkomputerfahira.blogspot.com/2020/09/keamanan-sistem-komputer.html

7.       201831064           ARDIANSYAH

8.       201831065           ARIO NUGROHO https://arionugroho112233.blogspot.com/?m=1

9.       201831075           BRIGITA TIORA https://sobatksk.blogspot.com

10.   201831086           DENNY WAHYU PRIYAMBODO https://ksktugas.blogspot.com/2020/11/keamanan-sistem-komputer-perkuliahan-ke.html

11.   201831091           MELANTHON JOSSE SIRAIT https://melanthonsirait.blogspot.com/2020/09/keamanan-sistem-komputer-perkuliahan-2.html

12.   201831095           MUHAMMAD FEBRIANSYAH

13.   201831116           ZAHIER MUHAMMAD PELU

https://zahierp-itpln.blogspot.com/

14.   201831117           SANDY.T.LAITUPA

https://sandylaitupa2.blogspot.com/2020/09/ksk_23.html?m=1

15.   201831127           ALAN AKBAR https://alanakbar22.blogspot.com/

16.   201831148           LAILIL AYU FITRIYAH https://lailil148.blogspot.com/?m=1

17.   201831152           CHARLIE RAJA SAMUEL SIAHAAN https://charliestory26.blogspot.com/

18.   201931018           ATHALLA NAUFAL JAFAR https://athallanaufaljafarksk.blogspot.com/2020/11/keamanan-sistem-komputer_10.html

19.   201931026           M.FIRDAUS https://firdausmhd264.blogspot.com

20.   201931038           ANGELIA AYUYOLANDA S  https://keamanansistemkompas.blogspot.com/

21.   201931039           MUHAMMAD FAISAL https://jalanbaruuntuk90.blogspot.com/?m=1

22.   201931048           ACHMAD DWI NUSANTORO https://19048ksk.blogspot.com/?m=1

23.   201931064           CINDY ORELLA ASARYA SILALAHI https://asaryaslh.blogspot.com

24.   201931066           NUR ISMI NADIAH https://nurisminadiahh.blogspot.com/?m=1

25.   201931072           RICKY MARNAEK SIBARANI https://rickymarneksibarani.blogspot.com/

26.   201931074           MELANI YUNISA BAITANG https://melaniyunisa.blogspot.com/?m=1

27.   201931085           YUSRIL NAUVALLY RISKY https://yusrilksk.blogspot.com/

28.   201931096           ANDI BATARI SALMIN https://abatarisalmin.blogspot.com/?m=1

29.   201931100           NELLY YULIA https://keamanansistemkomputerr.blogspot.com/

30.   201931111           FIRYAL FAHIRA S. AGAM https://ksk-b111.blogspot.com/?m=1

31.   201931121           ANGELA PRASETYO angelaprasetyo00.blogspot.com

32.   201931142           FIRDAUS YOGA ANGGORO https://tugasblogidentitas.blogspot.com/

33.   201931156           MUHAMMAD BHAHRY HAKIKI(bhahryksk.blogspot.com)

34.   201931157           ABDUL HADI SADIK https://abdhadisadik.blogspot.com

35.   201931167           DWI SAMSIARTO doeysam.blogspot.com/2020/09/1_22.html

36.   201931169           YOHANES TRI SUGIARTO https://tugasyohanes.blogspot.com/?m=1

37.   201931171           MUHAMMAD ALDI IRFAN https://201931171aldi.blogspot.com/

38.   201931173           MUHAMMAD AGUM BRILIANTO https://201931173agum.blogspot.com/

39.   201931175           MUHAMMAD MA'RUF https://marufksk1.blogspot.com/

40.   201931272           LILIES CAHYANTI http://berbagiilmu-informatika.blogspot.com


Minggu, 25 Oktober 2020

Perkuliahan7 (25 Oktober 2020) Matakuliah: Keamanan Sistem Komputer C31040319



Prodi Teknik Informatika

Fakultas Telematika Energi

Nama           : Firyal Fahira S Agam

NIM             : 201931111

Asal Daerah : Bulukumba, Sulawesi Selatan

Dosen          : Desi Rose Hertina, S.T., M.Kom

Mata Kuliah : C31040319 – Keamanan Sistem Komputer

DEFINISI STEGANOGRAFI

Steganografi adalah seni dan ilmu menulis pesan tersembunyi atau menyembunyikan pesan dengan suatu cara sehingga selain si pengirim dan si penerima, tidak ada seorangpun yang mengetahui atau menyadari bahwa ada suatu pesan rahasia. Kata "steganografi" berasal dari bahasa Yunani steganos, yang artinya “tersembunyi atau terselubung”, dan graphein, “menulis”.

SEJARAH STEGANOGRAFI

Dalam buku Histories of Herodatus Steganografi dengan media kepala budah (dikisahkan oleh Herodatus, penguasa Yunani di tahun 440 BC. Yaitu dengan cara kepala budak dibotaki, ditulisi pesan, rambut budak dibiarkan tumbuh, budak dikirim. Ditempat penerima kepala budak digunduli supaya pesan dapat terbaca. Pemakaian tinta tak-tampak (invisible ink), tinta dibuat dari campuraan sari buah, susu dan cuka. Tulisan diatas kertas bisa dibaca dengan memanaskan kertas tersebut.

PERBEDAAN STEGANOGRAFI DAN KRIPTOGRAFI 

Kriptografi secara umum adalah ilmu dan seni untuk menjaga kerahasiaan pesan. Kriptografi juga bisa didefinisikan sebagai ilmu yang yang mempelajari teknik–teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperti kerahasiaan data, keabsahan data, integritas data, serta otentifikasi data. Perbedaan yang mendasar mengenai kriptografi dan steganografi adalah hasil tampilan pesan ketika sudah disisipi pesan rahasia. Pada kriptografi pesan yang sudah disisipi pesan rahasia akan sangat berbeda dengan pesan sebelum disisipi pesan rahasia. 

Maka bagi pihak ketiga yang melihat pesan hasil keluaran kriptografi akan curiga walaupun pihak ketiga tersebut juga tidak mengetahui maksud dari pesan tersebut. Sedangkan pada steganografi, pesan yang sudah disisipi pesan rahasia akan tampak sama (dengan kasat mata) dengan pesan sebelum disisipi pesan rahasia (pesan rahasia tersamarkan dalam cover text). Sehingga pihak ketiga tidak tahu bahwa dibalik pesan asli (cover text) tersembunyi pesan rahasia dibaliknya. Keuntungan steganografi dibandingkan dengan kriptografi adalah bahwa pesan dikirim tidak menarik perhatian sehingga media penampung/cover text yang membawa pesan tidak menimbulkan kecurigaan pihak ketiga. 

 TUJUAN STEGANOGRAFI

Tujuan dari steganografi adalah merahasiakan atau menyembunyikan keberadaan dari sebuah pesan tersembunyi atau sebuah informasi.

 PEMANFAATAN STEGANOGRAFI PADA TEKNOLOGI INFORMASI PROSES

Dalam bidang keamanan komputer, steganografi digunakan untuk menyembunyikan data rahasia pada saat proses enkripsi tidak dapat dilakukan atau bersamaan dengan proses enkripsi.

 METODE STEGANOGRAFI

Berikut ini terdapat beberapa metode steganografi, terdiri atas:

1.       Least Significant Bit (LSB)

Metoda yang digunakan untuk menyembunyikan pesan pada media digital tersebut berbeda-beda. Contohnya, pada berkas image pesan dapat disembunyikan dengan menggunakan cara menyisipkannya pada bit rendah atau bit yang paling kanan (LSB) pada data pixel yang menyusun file tersebut. Pada berkas bitmap 24 bit, setiap pixel (titik) pada gambar tersebut terdiri dari susunan tiga warna merah, hijau dan biru (RGB) yang masing-masing disusun oleh  bilangan 8 bit (byte) dari 0 sampai 255 atau dengan format biner 00000000 sampai 11111111. Dengan demikian, pada setiap pixel berkas bitmap 24 bit kita dapat menyisipkan 3 bit data.

2.       Algorithms and Transformation

Algoritma compression adalah metode steganografi dengan menyembunyikan data dalam fungsi matematika. Dua fungsi tersebut adalah Discrete Cosine Transformation (DCT) dan Wavelet Transformation. Fungsi DCT dan Wavelet yaitu mentransformasi data dari satu tempat (domain) ke tempat (domain) yang lain. Fungsi DCT yaitu mentransformasi data dari tempat spatial (spatial domain) ke tempat frekuensi (frequency domain).

3.       Redundant Pattern Encoding

Redundant Pattern Encoding adalah menggambar pesan kecil pada kebanyakan gambar. Keuntungan dari metode ini adalah dapat bertahan dari cropping (kegagalan). Kerugiannya yaitu tidak dapat menggambar pesan yang lebih besar.

4.       Spread Spectrum method

Spread Spectrum steganografi terpencar-pencar sebagai pesan yang diacak (encrypted) melalui gambar (tidak seperti dalam LSB). Untuk membaca suatu pesan, penerima memerlukan algoritma yaitu crypto-key dan stego-key. Metode ini juga masih mudah diserang yaitu penghancuran atau pengrusakan dari kompresi dan proses image (gambar).

STEGANOSISTEM

Seperti Kriptografi dan Kriptanalisis, Steganalisis didefinisikan sebagai suatu seni dan ilmu dalam mendeteksi informasi tersembunyi. Sebagai tujuan dari steganografi adalah untuk merahasiakan keberadaan dari sebuah pesan rahasia, satu keberhasilan penyerangan pada sebuah sistem steganografi terdiri dari pendeteksian bahwa sebuah berkas yang diyakini berisikan data terselubung. Seperti dalam Kriptanalisis, diasumsikan bahwa sistem steganografi telah diketahui oleh si penyerang. Maka dari itu, keamanan dari sistem steganografi bergantung hanya pada fakta bahwa kunci rahasia tidak diketahui oleh si penyerang.

Stegosystem di sini berisi tentang penyerangan-penyerangan yang dilakukan terhadap suatu sistem steganografi, sebuah perbedaan penting harus dibuat di antara penyerangan-penyerangan pasif di mana penyerang hanya dapat memotong data, dan penyerangan-penyerangan aktif di mana penyerang juga dapat memanipulasi data. Gambar di bawah ini[butuh rujukan] menunjukkan sebuah diagram untuk menjelaskan sistem stego. Lingkaran-lingkaran menunjukkan tempat-tempat penyerang yang berpotensi memiliki jalan masuk ke satu atau lebih dari tempat-tempat tersebut akibat penyerangan-penyerangan yang berbeda jenis, dan juga berfungsi untuk melakukan sebuah penyerangan aktif. Jika lingkaran tidak terisi, penyerang hanya dapat melakukan penyerangan pasif yaitu menghalangi memotong data.

 MODEL DARI STEGOSISTEM

1.       Stego-Only-Attack (Penyerangan hanya Stego).Penyerang telah menghalangi stego data dan dapat menganalisisnya.

2.       Stego-Attack (Penyerangan Stego). Pengirim telah menggunakan cover yang sama berulangkali untuk data terselubung. Penyerang memiliki file stego yang berasal dari cover file yang sama. Dalam setiap file-file stego tersebut, sebuah pesan berbeda disembunyikan.

3.       Cover-Stego-Attack (Penyerangan selubung Stego). Penyerang telah menghalangi file stego dan mengetahui cover file mana yang digunakan untuk menghasilkan file stego ini. Ini menyediakan sebuah keuntungan melalui penyerangan stego-only untuk si penyerang.

4.       Manipulating the stego data (Memanipulasi data stego).Penyerang memiliki kemampuan untuk memanipulasi data stego. Jika penyerang hanya ingin menentukan sebuah pesan disembunyikan dalam file-stego ini, biasanya ini tidak memberikan sebuah keuntungan tapi memiliki kemampuan dalam memanipulasi data stego yang berarti bahwa si penyerang mampu memindahkan pesan rahasia dalam data stego (jika ada).

5.       Manipulating the cover data (Memanipulasi data terselubung). Penyerang dapat memanipulasi data terselubung dan menghalangi hasil data stego. Ini dapat membuat tugas dalam menentukan apakah data stego berisikan sebuah pesan rahasia lebih mudah bagi si penyerang.

Referensi : 



Selasa, 20 Oktober 2020

Perkuliah6 (Rabu, 21 Oktober 2020) KSK C31040319 Kelas B



Prodi Teknik Informatika

Fakultas Telematika Energi

Nama           : Firyal Fahira S Agam

NIM             : 201931111

Asal Daerah : Bulukumba, Sulawesi Selatan

Dosen          : Desi Rose Hertina, S.T., M.Kom

Mata Kuliah : C31040319 – Keamanan Sistem Komputer

PENGERTIAN KRIPTOGRAFI

Kriptografi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari bagaimana cara menjaga agar data atau pesan tetap aman saat dikirimkan, dari pengirim ke penerima tanpa mengalami gangguan dari pihak ketiga. Naskah asli  yang diacak memanfaatkan sebuah kunci enkripsi sehingga naskah asli tersebut berubah menjadi naskah yang sulit dibaca (chipertext) oleh pihak yang tidak memiliki kunci dekripsi.

PENGERTIAN KRIPTOGRAFI MENURUT PARA AHLI

Berikut adalah beberapa pengertian kriptografi menurut para ahli antara lain sebagai berikut:

1.              Menurut Menezes, Oorschot dan Vantone (1996)

Menurut Menezes , Oorschot, Vantone kriptografi merupakan sebuah studi teknik matematika yang berkaitan dengan aspek keamanan informasi seperti kerahasiaan, otentikasi entitas serta otentikasi keaslian data dan integritas data. Kriptografi tidak hanya penyediaan keamanan informasi saja, tetapi juga sebuah himpunan teknik-teknik.

2.              Menurut Oppliger (2005)

Menurut Oppliger kriptografi bisa diartikan sebagai sebuah proses untuk melindungi data dalam arti yang luas.

3.              Menurut Talbot dan Welsh (2006).

Menurut Talbot dan Welsh kriptografi merupakan sebuah teknik rahasia dalam penulisan, dengan menggunakan karakter khusus, dan menggunakan huruf dan karakter di luar bentuk aslinya ataupun dengan metode-metode yang lain yang hanya bisa dipahami pihak-pihak yang memproses kunci. Jadi kriptografi secara umum bisa diartikan sebagai seni menulis atam memecahkan cipher.

SEJARAH KRIPTOGRAFI

Kriptografi sudah digunakan sejak zaman romawi kuno oleh Julius Caesar. Teknik kriptografi dijuluki Caesar cipher yaitu untuk mengirimkan pesan secara rahasia, meskipun teknik yang digunakannya sangat tidak memadai untuk ukuran sekarang. Casanova menggunakan pengetahuan tentang kriptografi untuk mengelabuhi Madame d’Urfe (dia mengatakan kepada Madame d’Urfe) bahwa ada sesosok jin yang memberi tahu kunci rahasia Madame d’Urfe kepadanya, padahal dia berhasil memecahkan kunci rahasia berdasarkan dari pengetahuannya tentang kriptografi. Sehingga dia dapat mengontrol kehidupan Madame d’Urfe. Kriptografi juga digunakan oleh tentara Sparta lewat alat pembuatan pesan yang disebut sebagai Scytale. Scytale adalah sebuah alat yang mempunyai pita panjang terbuat dari dau n papyrus ditambah dengan sebatang silinder. Awalnya pengirim menulis pesannya di atas pita papyrus yang digulung pada batang silinder, kemudian pita tersebut dilepas dan dikirimkan. Batang silinder yang tebal itu bisa dituliskan 6 huruf dan bisa memuat 3 huruf yang melingkar.

TUJUAN KRIPTOGRAFI

Adapun beberapa tujuan kriptografi antara lain sebagai berikut:

  1. Kerahasiaan (confidentiality) adalah sebuah layanan yang ditujukan untuk menjaga agar pesan tidak dapat dibaca oleh pihak-pihak yang tidak berhak.
  2. Integritas data (data integrity) adalah suatu kemampuan penerima pesan untuk memverifikasi pesan, memastikan bahwa pesan belum dimodifikasi dalam perjalanan, seorang penyusup seharusnya tidak mampu mengganti pesan asli dengan yang palsu.
  3. Otentikasi (authentication) adalah suatu kemampuan penerima pesan untuk memastikan pesan tersebut asli. Seorang penyusup seharusnya tidak bisa menyamar sebagai orang lain.
  4. Nirpenyangkalan (non-repudiation) adalah dimana pengirim pesan tidak bisa menyangkal dan mengelak bahwa dia telah mengirim pesan.

KRIPTOGRAFI PROSES

Proses dasar pada Kriptografi yaitu: Enkripsi (Encryption) Dekripsi (Decryption) dengan key yang digunakan sama untuk kedua proses diatas. Penggunakan key yang sama untuk kedua proses enkripsi dan dekripsi ini disebut juga dengan Secret KeyShared Key atau Symetric Key Cryptosystems.Berikut adalah ilustrasi 4 komponen dan 2 proses yang digunakan dalam teknik kriptografi.


1.     Enkripsi
Enkripsi (Encryption) adalah sebuah proses menjadikan pesan yang dapat dibaca (plaintext) menjadi pesan acak yang tidak dapat dibaca (ciphertext). Berikut adalah contoh enkripsi yang digunakan oleh Julius Caesar, yaitu dengan mengganti masing-masing huruf dengan 3 huruf selanjutnya (disebut juga Additive/Substitution Cipher).

Plaintext
rumah
Motor
kompor

Ciphertext 
xasgn
suzux
qusvux

2.     Dekripsi

Dekripsi merupakan proses kebalikan dari enkripsi dimana proses ini akan mengubah ciphertext menjadi plaintext dengan menggunakan algortima ‘pembalik’ dan key yang sama. Contoh:

Ciphertext 
xasgn
suzux
qusvux

Plaintext
rumah
Motor
kompor


 

ALGORITMA KRIPTOGRAFI

1.        Simetris (Symetric Algorithms)

Symmetric Algorithms key  yang dipakai untuk melakukan enkripsi dan dekripsi pada dasarnya identik  K1 = K2 = K, akan tetapi satu key dapat pula diturunkan dari key yang lainnya. Key yang ada harus disembunyikan . maka dari itu sistem ini sering disebut sebagai secret-key ciphersystem.

Secara matematis Algoritma ini dapat ditulis :

Ek(M) = C ^ dk (C) = M

Ek adalah proses enkripsi dengan menggunakan kunci K, M adalah pesan asli (Plainetext), dan C adalah pesan yang disandikan (Cipertext).

2.        Asimetris (Asymmetric Algorithms)

Pada Asymmetric Algorithms ini dipakai dua buah key. Satu kunci yang diartikan sebagai kunci publik atau public key dapat diumumkan, sedangkan kunci yang lainya bisa disebut kunci privat atau private key harus dirahasiakan. Proses memakai sistem yang  dapat diterangkan secara standar seperti berikut ini:

Jika A ingin mengirimkan pesan kepada B, A dapat menyandikan pesannya dengan menggunakan key publik B, dan jika B ingin membuka surat itu, ia perlu mendekripsikan surat itu dengan key  privatnya.

Dengan begitu kedua belah pihak dapat menjamin asal surat serta keabsahan surat tersebut, karena adanya cara ini. Contoh sistem ini diantara RSA Scheme dan Merkle-Hellman Scheme.

 

ALGORITMA KRIPTOGRAFI HIBRID

Selama pengguna hanya menyimpan data secara local di hard disk dan tidak mengirimkannya, enkripsi simetris sudah cukup aman. Keunggulan metode ini adalah cara kerjanya yang sangat cepat karena menggunakan algoritma matematis yang tidak rumit dan panjang kunci yang lebih pendek. TrueCrypt, misalnya dapat mengenkripsi sekitar 175 MB/detik.

Metode simetris kurang tepat untuk mentransfer data. Karena untuk dapat menggunakan datanya mitra komunikasi harus bertukar kunci yang dibuat secara acak untuk setiap sesi (Session Key), sehingga apabila jika seorang hacker menemukan kunci ini maka dengan mudah ia dapat men-decrypt komunikasi tersebut.

Metode asimetris mengatasi masalah tersebut dengan membuat sepasang kunci. Pengirim mengenkripsi data dengan sebuah Public Key yang didapat dari mitra komunikasinya. Hanya Private Key yang memiliki penerima dapat men-decrypt data. Dengan demikian, kunci untuk decryption tidak jatuh ke orang lain. Sebaliknya publikasi Public Key tidak menjadi masalah karena tidak dapat men-decrypt data. Private Key juga tidak dapat diturunkan dari Public Key, seperti halnya sebuah gembok yang digunakan untuk mengunci gerbang, tetapi tidak dapat membukanya kembali.

Metode asimetris juga memiliki kelemahan. Karena lebih rumit, metode ini bekerja 1000 kali lebih lambat dibandingkan metode simetris, sehingga tidak tepat untuk data dalam jumlah besar. Dalam praktiknya, misalnya pada transfer data di Internet, lalu lintas e-mail atau online banking, digunakan metode hibrida. Metode Hibrida mengenkripsi data sebenarnya secara simetris, tetapi kuncinya secara asimetris. Metode semacam ini mengkombinasikan pertukaran kunci yang aman dan data encryption yang cepat.

Metode hibrida terdiri atas enkripsi simetris dengan satu kunci (Session Key) dan enkripsi asimetris dengan sepasang kunci (Public/Private Key).

Langkah 1 : Pengirim mengenkripsi teks dengan Session Key.

Langkah 2 : Mengenkripsi Session Key dengan Public Key.

Langkah 3 : Penerima men-decrypt Session Key dengan Private Key.

Langkah 4 : Men-decrypt teks dengan Session Key.

 

TEKNIK DASAR KRIPTORAFI

Teknik Dasar Kriptografi Terbagi 5 Jenis, yaitu :

1.        SUBSTITUSI

Dalam kriptografi, sandi substitusi adalah jenis metode enkripsi dimana setiap satuan pada teks terang digantikan oleh teks tersandi dengan sistem yang teratur. Metode penyandian substitusi telah dipakai dari zaman dulu (kriptografi klasik) hingga kini (kriptografi modern),

Langkah pertama adalah membuat suatu tabel substitusi. Tabel substitusi dapat dibuat sesuka hati, dengan catatan bahwa penerima pesan memiliki tabel yang sama untuk keperluan decrypt.  Bila tabel substitusi dibuat secara acak, akan semakin sulit pemecahanciphertext oleh orang yang tidak berhak.

Metode ini dilakukan dengan mengganti setiap huruf dari teks asli dengan huruf lain sebagai huruf sandi yang telah didefinisikan sebelumnya oleh algoritma kunci.

 

2.        BLOCKING

Sistem enkripsi ini terkadang membagi plaintext menjadi beberapa blok yang terdiri dari beberapa karakter, kemudian di enkripsikan secara independen.

Caranya :

Plaintext dituliskan secara vertikal ke bawah berurutan pada lajur, dan dilanjutkan pada kolom berikutnya sampai seluruhnya tertulis. Ciphertext-nya adalah hasil pembacaan plaintext secara horizontal berurutan sesuai dengan blok-nya.

 

3.         PERMUTASI

Salah satu teknik enkripsi yang terpenting adalah permutasi atau sering juga disebut transposisi. Teknik ini memindahkan atau merotasikan karakter dengan aturan tertentu. Prinsipnya adalah berlawanan dengan teknik substitusi. Dalam teknik substitusi, karakter berada pada posisi yang tetap tapi identitasnya yang diacak. Pada teknik permutasi, identitas karakternya tetap, namun posisinya yang diacak.

Caranya

Sebelum dilakukan permutasi, umumnya plaintext terlebih dahulu dibagi menjadi blok-blok dengan panjang yang sama.

Plaintext akan dibagi menjadi blok-blok yang terdiri dari 6 karakter, dengan aturan permutasi, sebagai berikut :

 

4.        EKSPANSISuatu metode sederhana untuk mengacak pesan adalah dengan memelarkan pesan itu dengan aturan tertentu.  Salah satu contoh penggunaan teknik ini adalah dengan meletakkan huruf konsonan atau bilangan ganjil yang menjadi awal dari suatu kata di akhir kata itu dan menambahkan akhiran “an”. Jika suatu kata dimulai dengan huruf vokal atau bilangan genap, ditambahkan akhiran “i”.

 

5.        PEMAMPATAN

Mengurangi panjang pesan atau jumlah bloknya dengan cara lain untuk menyembunyikan isi pesan.

Contoh sederhana ini menggunakan cara menghilangkan setiap karakter ke-tiga secara berurutan. Karakter-karakter yang dihilangkan disatukan kembali dan disusulkan sebagai “lampiran” dari pesan utama, dengan diawali oleh suatu karakter khusus, dalam contoh ini menggunakan ”  * “. 

REFERNSI :

Perkuliahan13 (24-27 November 2020) Matakuliah: Keamanan Sistem Komputer C31040319)

Semester        : 3 (2020/2021) Jurusan          : Teknik Informatika Mata Kuliah   : C31040319 – Keamanan Sistem Komputer Dosen            ...